Ada Bapak Polisi Dermawan Di Tempat Pangkas Rambutku

30 oktober 2020, Sore hari di tempat kios pangkas rambut ku di kecamatan kundur kepulauan riau, kedatangan seorang pelanggan setia dari pegawai atau bertugas di Sekolah Polisi Negara ( S.P.N). Beliau memang baru dua kali selama saya buka pangkas rambut, Namun tak lantas beliau kecewa dengan hasil cukurannya saya. Saya sebagai tukang cukur apa bila mendapati pelanggan seperti aparat memang agak gerogi, apa lagi beliau sampai di tempat cukur ku saja langsung berbicara tegas " masih ingat gak cukuran kemaren, Kalo gak ingat !! gak kawan lagi kita". 

My job

Dari bicara tegas pak polisi yang terdengar sangar beliau, ternyata bukan berarti sangar yang bertanda kutip negative. tapi dalam hati dan jiwanya beliau sangatlah Dermawan. Saya membuktikan dari rasa simpati beliau terhadap pelanggan yang baru datang mengantri sesudah beliau, yaitu Seorang Remaja datang dari desa sebelah yang ingin cukur rambut yang tidak disebutkan namanya, Berikut ceritanya.

Percakapan kami Dengan Bapak Polisi Dermawan Di Tempat Pangkas Rambutku

Pada saat saya sedang mencukur pak Polisi, datang lah pria yang nota bene sudah tamat SMA sejak 4 tahun lalu. pria itu datang langsung saya sapa; 

Saya : Bang mau potomg rambut ? Oke sialahkan masuk.
Pria : oh iya bang, trimkasih. 
Pria itu tak langsung duduk, melainkan malah bertanya.
Pria : bang mau tanya boleh?
saya:  jawabku, iya mautanya apa? 
Pria : bang, disini cukur berapa ya?
Saya : 15 ribu, 
Pria : oh, tak ada ya yang 10 ribu !
Saya : Ada bang tapi itu untuk anak- anak ! siapa yang mau cukur ?
pria : Saya ! 
saya : oh, ya udah duduk aja dulu tak papa, tunggu bentar ya abis bapak ini.
pria : oke bang !
Bapak Polisi : Sontak beliau langsung bicara " udah kurang berap uang mu nanti saya yang tambahkan" tunggu aja dulu abis ini.
Pria : trimkasih pak.

Selesai cukur Bapak polisi, langsunglah beliau bilang " berapa dik sama kawan itu" Semuanya 40 ribu. Bapak 20 ribu dan kebetulan anak beliau cukur dengan harga 10 ribu, lalu di tambah kwan tadi 10 ribu. Jadi semua 40 ribu. 

Trimakasih ucap saya, bapak polisi dan anak beliau langsung segera beranjak pulang. Namun sebelum itu pria tersebut bilang "pak trimkasih ya, jadi ngerepotin" iya sama- sama jawab isteri pak Polisi yang menyodorkan uang bayaran.

Setelahnya giliran beliau yang saya cukur, dan sesuai permintaan model yang ia inginkan. saat sedang mencukur rambut kami pun sambil ngobrol, singkat cerita beliau memang asli penduduk di daerah kampung kami, pria itu memang sedang tidak bekerja. kegiatanya hanya Bantu- bantu orang tua dikebun, sebelumnya dia juga sempat bekerja di negeri seberang ( Malaysia) sebagai buruh Restoran. Karena keadaan saat ini memaksa dia untuk pulang dan menjadi pengangguran.

Selesai tahap pencukuran, pria itu pun masih menyodorkan uang yang ada di koceknya, Namun saya tak lantas mengambilnya karena sudah di bayarkan oleh Bapak Polisi tadi. Akhirnya beliaupun bilang trimakasih bang, iya sama- sama. Sedikit pesan dariku " lain kali kalo mau cukur datang aja kesini ya! " jangan tanya harga, duduk aja ngantri dan setelah cukur bayar aja 10 ribu pun saya terima. 
Iya tapi nggak enak lah bang ucap pria itu, lalu saya bilang ya sekali- kali tak papa kalo memang kekurangan uang. oh iya lah bang trimakasih ya ! ucapnya. 

Penutup

Dari cerita ini Kita bisa menyimpulkan bahwa ketegasan dan ucapan seperti nanda tinggi yang di ucapkan Bapak Polisi itu adalah karena kaeakter, Namun dibalik itu kebaikan dan murah hati ada pada Bapak polisi yang mau membantu pria ( pelanggan ku) yang kekurangan uang untuk bayar jasa cukur rambut. Disi lain pria tadi mendapatkan Rizki dari Allah s.w.t melalui bapak Polisi yang Dermawan. 
Quote : Membantu bukan hal siapa yang harus membantu, membantu adalah hal yang harus dalam kehidupan. 

Purwanto Cah kuper

Berlangganan gratis artikel terbaru infonongol via email:

0 Response to "Ada Bapak Polisi Dermawan Di Tempat Pangkas Rambutku"

Post a Comment

Untuk para tamu silahkan berkomentar yang baik dan tidak mengandung unsur sara, dan spam , trimakasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel